Apa Itu Harga Pokok Penjualan? Rumus, Cara Menghitung HPP, dan Contohnya

Tips Bisnis

| Tue, 29 September 2026, 15:16
Tips Bisnis
gania
5 min

Ketika menjalankan bisnis, keuntungan yang diperoleh tidak cukup dinilai hanya dari jumlah penjualan. Biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan barang yang terjual juga perlu diperhitungkan. Salah satu perhitungan yang digunakan untuk mengetahui biaya tersebut adalah Harga Pokok Penjualan (HPP). 

HPP menjadi bagian penting dalam pencatatan keuangan karena berkaitan langsung dengan penjualan dan keuntungan bisnis. Pemahaman mengenai HPP dapat membantu pemilik usaha menentukan harga jual, menghitung laba kotor, dan memantau perubahan biaya barang. Bagi pemilik UMKM, pemahaman ini juga dapat digunakan untuk mengevaluasi apakah harga jual yang ditetapkan sudah cukup untuk memberikan keuntungan. 

 

Apa Itu Harga Pokok Penjualan (HPP)?

Berbeda dengan harga jual yang dibayarkan pelanggan untuk memperoleh produk, Harga Pokok Penjualan (HPP) menunjukkan total biaya yang berkaitan dengan barang yang telah terjual dalam satu periode tertentu. Perhitungan ini digunakan untuk mengetahui biaya yang dikeluarkan bisnis untuk memperoleh atau menghasilkan barang yang kemudian dijual kepada pelanggan. HPP tidak mencakup seluruh barang yang dibeli selama periode berjalan karena produk yang masih tersimpan sebagai persediaan belum termasuk barang yang terjual. 

 

Mengapa HPP Penting bagi Bisnis?

  1. Menentukan Harga Jual
    Setelah mengetahui biaya yang berkaitan dengan barang, bisnis dapat menetapkan harga dengan mempertimbangkan margin keuntungan yang ingin diperoleh. Misalnya, jika sebuah produk memiliki HPP Rp50.000, maka harga jual sebaiknya tidak ditentukan tanpa mempertimbangkan biaya tersebut. Biaya operasional lain juga perlu diperhitungkan agar harga yang ditetapkan dapat mendukung keberlangsungan bisnis. 
     
  2. Mengetahui Keuntungan
    HPP membantu bisnis menghitung laba kotor dengan melihat selisih antara penjualan dan biaya barang yang terjual. Angka tersebut memberikan gambaran mengenai hasil yang diperoleh dari penjualan sebelum dikurangi biaya operasional lainnya. Laba kotor juga dapat dibandingkan dari periode ke periode sebagai bahan evaluasi saat melihat perubahan kinerja bisnis.  
     
  3. Mengontrol Biaya
    Perubahan HPP dapat menunjukkan adanya perubahan pada biaya barang yang dijual. Jika HPP meningkat, pemilik bisnis dapat mengevaluasi harga pembelian, biaya produksi, atau kondisi persediaan yang mungkin memengaruhinya. Pemantauan HPP secara berkala juga membantu bisnis melihat apakah biaya barang masih sesuai dengan harga jual yang diterapkan. 
     

Komponen Harga Pokok Penjualan

Perhitungan HPP terdiri dari beberapa komponen yang perlu dicatat secara tepat karena perubahan pada salah satunya dapat memengaruhi nilai HPP yang dihasilkan. 

  1. Persediaan Awal
    Barang yang masih tersedia untuk dijual pada awal periode perhitungan menjadi bagian dari persediaan awal. Contohnya, sebuah toko memuat stok barang senilai Rp5 juta pada awal bulan, maka nilai inilah yang dihitung dalam HPP bulan berjalan. Semakin besar nilai persediaan awal, semakin besar pula jumlah barang yang tersedia untuk dijual pada periode tersebut. Pencatatan persediaan awal perlu disesuaikan secara berkala sesuai dengan kondisi agar tidak memengaruhi perhitungan laba. 
     
  2. Pembelian Bersih
    Nilai pembelian barang selama periode tertentu setelah dikurangi transaksi seperti retur dan potongan pembelian disebut sebagai pembelian bersih. Komponen ini menunjukkan berapa nilai barang yang benar-benar diperoleh bisnis untuk dijual kembali atau digunakan dalam proses produksi. Misal sebuah toko membeli barang senilai Rp10 juta selama satu bulan, namun terdapat barang yang tidak sesuai dan dikembalikan senilai Rp500 ribu kepada pemasok, sehingga pembelian bersih menjadi Rp9,5 juta. 
     
  3. Persediaan Akhir
    Persediaan akhir adalah nilai barang yang masih tersedia dan belum terjual pada akhir periode. Barang tersebut belum dimasukkan sepenuhnya ke dalam HPP karena belum menghasilkan penjualan pada periode yang sedang dihitung. Contohnya, setelah seluruh transaksi selama satu bulan dicatat, sebuah toko masih memiliki stok barang senilai Rp3 juta. Nilai tersebut menjadi persediaan akhir dan akan dikurangkan dari total persediaan yang tersedia untuk dijual.

 

Cara Menghitung Harga Pokok Penjualan

Setelah mengetahui komponennya, HPP dapat dihitung menggunakan rumus berikut: 

 

HPP = Persediaan Awal + Pembelian Bersih - Persediaan Akhir

 

Langkah berikut dapat digunakan sebagai panduan sederhana bagi pemilik bisnis yang baru mulai melakukan pencatatan HPP. 

  1. Catat Nilai Persediaan Awal
    Tentukan terlebih dahulu nilai seluruh barang yang tersedia pada awal periode. Data ini biasanya dapat diperoleh dari catatan persediaan akhir pada periode sebelumnya. Bagi bisnis yang baru beroperasi, nilai persediaan awal dapat disesuaikan dengan kondisi stok yang tersedia pada awal periode pencatatan. Nilai tersebut kemudian menjadi dasar untuk menghitung jumlah barang yang tersedia untuk dijual. 
     
  2. Hitung Pembelian Bersih
    Selanjutnya, jumlahkan pembelian barang selama periode berjalan. Jika terdapat retur atau potongan pembelian, kurangi nilainya dari total pembelian untuk mendapatkan pembelian bersih. Pencatatan sebaiknya dilakukan berdasarkan bukti transaksi agar memudahkan evaluasi perubahan biaya pembelian. 
     
  3. Catat Nilai Persediaan Akhir
    Setelah periode berakhir, tentukan nilai barang yang masih tersisa. Persediaan akhir dapat dihitung berdasarkan jumlah stok yang masih tersedia dan nilai perolehannya. Pemeriksaan stok secara berkala dapat membantu menemukan perbedaan antara jumlah barang yang tercatat dan kondisi sebenarnya sebelum dihitung dengan rumus HPP. 
     
  4. Hitung HPP
    Setelah ketiga data tersedia, masukkan persediaan awal, pembelian bersih, dan persediaan akhir ke dalam rumus HPP. Hasil perhitungan tersebut menunjukkan biaya barang yang telah terjual selama periode yang dihitung.

 

Contoh perhitungan HPP

Misalnya sebuah toko memiliki persediaan awal sebesar Rp5.000.000. Selama satu periode, toko melakukan pembelian bersih sebesar Rp10.000.000. Setelah periode tersebut berakhir, masih terdapat persediaan akhir senilai Rp3.000.000.

 

Perhitungannya adalah:

 

HPP = Rp5.000.000 + Rp10.000.000 - Rp3.000.000

HPP = Rp12.000.000

 

Berdasarkan perhitungan tersebut, HPP toko adalah Rp12.000.000. Artinya, biaya yang berkaitan dengan barang yang telah terjual selama periode tersebut sebesar Rp12 juta. Sementara itu, barang senilai Rp3 juta yang masih tersisa tetap dicatat sebagai persediaan dan belum menjadi bagian dari HPP periode tersebut. 

 

Harga Pokok Penjualan atau HPP merupakan perhitungan yang digunakan untuk mengetahui biaya yang berkaitan dengan barang yang telah terjual dalam periode tertentu. Perhitungannya melibatkan tiga komponen utama, yaitu persediaan awal, pembelian bersih, dan persediaan akhir yang kemudian digunakan dalam rumus HPP. Pencatatan transaksi pembelian dan persediaan yang dilakukan secara rutin juga akan membantu menghasilkan perhitungan HPP yang lebih akurat, sehingga kondisi keuangan bisnis dapat dipahami dengan lebih jelas. Bagi pemilik UMKM, memahami HPP dapat membantu menentukan harga jual, mengetahui laba kotor, dan memantau biaya secara lebih teratur.

gania

Penulis Blog Ketoko

Artikel Terbaru

Inspirasi Activity

Mengapa Ketoko.co.id adalah Pilihan Terbaik untuk Solusi Aplikasi Kasir Online Anda

Kemajuan teknologi telah menjadi landasan utama yang mengubah sistem operasional bisnis di era modern. Perkembangan teknologi yang semakin cepat telah mengubah cara perusahaan beroperasi dan berinteraksi dengan pelanggan. Tidak hanya sebagai ala...
gania
5 min

Tips Bisnis

Cara Memulai Bisnis Lewat Digital Marketing

Pemanfaatan digital marketing bukanlah sekadar respons terhadap kemajuan teknologi yang terus berkembang, tetapi juga merupakan langkah strategis yang sangat relevan dalam memasarkan bisnis di era ini. Digital marketing saat ini merupakan cara t...
gania
5 min

Tips Bisnis

Mengenal Sistem Point of Sales: Mengapa Harus Point of Sales?

Apa itu POS (Point of Sales)?Sesuai dengan namanya, Point of Sales (Titik Penjualan) adalah titik di mana proses transaksi jual-beli sebuah barang telah selesai. Pada Point of Sales, pedagang atau pemilik bisnis menghitung jumlah pembayaran, menjumla...
gania
5 min