Beda FEFO, FIFO, LIFO, dan Average: Pilih Metode Stok yang Tepat untuk Bisnis

Tips Bisnis

| Tue, 01 September 2026, 15:29
Tips Bisnis
gania
5 min

Persediaan yang tidak dikelola secara tepat dapat menyebabkan berbagai masalah, mulai dari barang kedaluwarsa dan stok menumpuk hingga kesalahan dalam menentukan nilai persediaan. Metode pengelolaan stok akan membantu bisnis mengatur aliran persediaan, menentukan barang yang perlu dikeluarkan lebih dahulu, dan menentukan nilai persediaan. FEFO, FIFO, LIFO, dan Average adalah beberapa metode yang umum digunakan. 

Setiap metode memiliki penggunaan yang perlu disesuaikan dengan karakteristik produk serta kebutuhan bisnis. Produk yang memiliki tanggal kedaluwarsa tentu membutuhkan metode yang berbeda dari produk yang dapat disimpan dalam waktu lama. Begitu pula, bisnis yang sering membeli produk yang sama pada harga berbeda dapat membutuhkan metode penilaian persediaan tertentu. Lantas, apa perbedaan FEFO, FIFO, LIFO, dan Average, serta metode mana yang paling tepat untuk bisnis?

 

Pengertian Metode FEFO

FEFO atau First Expired, First Out adalah metode pengelolaan stok yang memprioritaskan barang dengan tanggal kedaluwarsa paling dekat untuk dikeluarkan lebih dulu. Produk yang masa simpannya lebih pendek akan diprioritaskan meskipun barang tersebut baru masuk guna menjaga kualitas produk yang diterima pelanggan. FEFO cocok diterapkan pada bisnis yang menjual produk dengan masa simpan terbatas, seperti makanan, minuman, kosmetik, obat-obatan, dan produk sejenisnya. Namun, penerapannya membutuhkan pencatatan tanggal kedaluwarsa yang akurat dan selalu diperbarui secara berkala agar lebih efektif. 

 

Cara Kerja Metode FEFO

Pada metode FEFO, setiap barang perlu memiliki informasi tanggal kedaluwarsa yang jelas. Saat barang akan dikeluarkan, stok dengan tanggal kedaluwarsa paling dekat dipilih terlebih dahulu. Sebagai contoh, sebuah toko memiliki tiga produk dengan tanggal kedaluwarsa berbeda: 

Produk A: Januari 2027

Produk B: November 2026

Produk C: Maret 2027

 

Produk B akan dikeluarkan terlebih dahulu karena memiliki tanggal kedaluwarsa paling dekat. 

 

Pengertian Metode FIFO

Metode FIFO (First In, First Out) memprioritaskan barang yang pertama masuk untuk dikeluarkan terlebih dahulu. Salah satu kelebihan FIFO adalah sistemnya relatif lebih mudah dipahami dan diterapkan karena barang yang lebih dulu masuk akan menjadi prioritas utama untuk dikeluarkan. Kekurangannya, FIFO tidak secara khusus mempertimbangkan tanggal kedaluwarsa karena barang yang lebih dulu masuk belum tentu memiliki tanggal kedaluwarsa paling dekat. FIFO banyak digunakan pada bisnis ritel, toko kelontong, distributor, atau bisnis lain yang memiliki persediaan fisik dan membutuhkan perputaran stok secara teratur. 

 

Cara Kerja Metode FIFO

Contohnya, sebuah toko memiliki stok produk yang masuk pada waktu berbeda. Produk A masuk pada 1 Agustus, sedangkan produk B masuk pada 15 Agustus. Dalam metode FIFO, produk A akan diprioritaskan untuk keluar lebih dulu agar stoknya tidak terlalu lama disimpan. Cara ini juga membantu bisnis menjaga perputaran persediaan agar tetap teratur. 

 

Pengertian Metode LIFO

Last In, First Out memiliki konsep yang berlawanan dengan FIFO karena metode ini memprioritaskan barang yang terakhir masuk untuk dikeluarkan lebih dulu. Metode ini memiliki konsep yang sederhana, tetapi dapat menyebabkan stok lama tetap tersimpan lebih lama dan kurang ideal untuk produk yang memiliki masa kedaluwarsa. Perlu diperhatikan bahwa penggunaan LIFO dalam laporan keuangan perlu mempertimbangkan standar akuntansi yang berlaku karena metode ini hanya relevan pada jenis persediaan yang tidak memiliki risiko kedaluwarsa. 

 

Cara Kerja Metode LIFO

Sebagai contoh, sebuah bisnis memiliki tiga kelompok stok yang masuk pada 1 Agustus, 10 Agustus, dan 20 Agustus. Jika metode LIFO digunakan, stok yang masuk pada 20 Agustus akan dianggap keluar terlebih dahulu, kemudian stok 10 Agustus, dan terakhir stok 1 Agustus. 

 

Pengertian Metode Average

Metode average atau rata-rata adalah metode penilaian persediaan menggunakan biaya rata-rata untuk menentukan nilai stok. Hal ini terjadi ketika bisnis membeli produk yang sama dengan harga berbeda. Alih-alih menggunakan harga pembelian setiap kelompok barang secara terpisah, biaya persediaan dihitung berdasarkan nilai rata-rata. Namun, metode ini tidak menunjukkan biaya berdasarkan kelompok barang secara spesifik, sehingga bisnis perlu memiliki pencatatan transaksi yang rapi agar perhitungan rata-rata dapat dilakukan secara tepat. Metode average dapat diterapkan pada bisnis yang sering melakukan pembelian ulang dengan harga yang berbeda, seperti toko ritel, distributor, atau bisnis perdagangan lainnya. 

 

Cara Kerja Metode Average

Misalnya, bisnis membeli 10 unit produk seharga Rp10.000 per unit, kemudian membeli lagi 10 unit produk yang sama seharga Rp12.000 per unit. 

Total nilai persediaan adalah Rp220.000 dengan jumlah 20 unit. Maka, harga rata-ratanya adalah: Rp220.000 ÷ 20 unit = Rp11.000 per unit

Harga rata-rata tersebut kemudian digunakan sebagai dasar penilaian persediaan sesuai metode yang diterapkan. 

 

Karakteristik FEFO, FIFO, LIFO, Average

Meskipun sama-sama digunakan dalam pengelolaan persediaan, keempat metode tersebut memiliki dasar yang berbeda.

 

Metode

Prinsip Utama 

Dasar Penentuan

Cocok untuk

FEFO

First Expired, First Out

Tanggal kedaluwarsa

Produk dengan masa simpan

FIFO

First In, First Out

Urutan barang masuk

Retail dan distribusi

LIFO

Last In, First Out

Urutan barang masuk

Persediaan tanpa kedaluwarsa

Average

Rata-rata 

Biaya rata-rata persediaan

Produk sejenis dengan harga beli berbeda

 

Perbedaan paling mendasar terletak pada acuan yang digunakan. FEFO menggunakan tanggal kedaluwarsa, FIFO menggunakan urutan barang masuk paling awal, sedangkan LIFO menggunakan barang yang paling akhir masuk. Sementara itu, Average berfokus pada perhitungan biaya rata-rata persediaan. Karena memiliki fungsi yang berbeda, keempat metode tersebut tidak selalu menjadi pilihan yang saling menggantikan.

 

FEFO, FIFO, LIFO, dan Average memiliki prinsip yang berbeda dalam mengelola dan menilai persediaan. FEFO mengutamakan barang yang paling dekat dengan tanggal kedaluwarsa; FIFO mengutamakan barang pertama yang masuk; LIFO mengutamakan barang yang terakhir masuk; sedangkan Average menggunakan biaya rata-rata persediaan. Pemilihan metode juga sebaiknya disesuaikan dengan jenis produk, pola pembelian, karakteristik persediaan, dan kebutuhan pencatatan bisnis. Hal terpenting adalah memastikan metode yang dipilih dapat diterapkan secara konsisten dan didukung oleh pencatatan stok yang akurat agar kondisi persediaan bisnis lebih mudah dipantau. 

gania

Penulis Blog Ketoko

Artikel Terbaru

Inspirasi Activity

Mengapa Ketoko.co.id adalah Pilihan Terbaik untuk Solusi Aplikasi Kasir Online Anda

Kemajuan teknologi telah menjadi landasan utama yang mengubah sistem operasional bisnis di era modern. Perkembangan teknologi yang semakin cepat telah mengubah cara perusahaan beroperasi dan berinteraksi dengan pelanggan. Tidak hanya sebagai ala...
gania
5 min

Tips Bisnis

Cara Memulai Bisnis Lewat Digital Marketing

Pemanfaatan digital marketing bukanlah sekadar respons terhadap kemajuan teknologi yang terus berkembang, tetapi juga merupakan langkah strategis yang sangat relevan dalam memasarkan bisnis di era ini. Digital marketing saat ini merupakan cara t...
gania
5 min

Tips Bisnis

Mengenal Sistem Point of Sales: Mengapa Harus Point of Sales?

Apa itu POS (Point of Sales)?Sesuai dengan namanya, Point of Sales (Titik Penjualan) adalah titik di mana proses transaksi jual-beli sebuah barang telah selesai. Pada Point of Sales, pedagang atau pemilik bisnis menghitung jumlah pembayaran, menjumla...
gania
5 min