Elastisitas Permintaan: Rumus, Jenis, dan Pengaruh Kenaikan Harga 1%
Tips Bisnis
| Tue, 15 September 2026, 15:03
gania
Perubahan harga menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi keputusan konsumen dalam berbelanja. Ketika harga naik, sebagian konsumen mungkin tetap melakukan pembelian, sementara konsumen lainnya akan mengurangi jumlah pembelian atau beralih ke produk lain. 1% besaran permintaan saja dapat memberikan dampak yang berbeda. Pada produk tertentu, permintaan bisa turun lebih dari 1%, sedangkan pada produk lain penurunannya justru kurang dari 1%. Perbedaan respons tersebut dapat dipahami melalui elastisitas permintaan, yaitu ukuran yang digunakan untuk melihat seberapa sensitif jumlah permintaan terhadap perubahan harga.
Apa Itu Elastisitas Permintaan?
Elastisitas permintaan mengukur seberapa besar perubahan jumlah barang atau jasa yang diminta ketika terjadi perubahan harga. Konsep ini digunakan untuk melihat tingkat sensitivitas konsumen terhadap perubahan harga suatu produk dengan membandingkan persentase perubahan jumlah permintaan dan persentase perubahan harga. Jika perubahan permintaan lebih besar daripada perubahan harga, permintaannya tergolong elastis. Sebaliknya, permintaan lebih kecil digolongkan sebagai inelastis. Pemahaman ini juga dapat membantu bisnis memperkirakan perubahan penjualan ketika harga produk dinaikkan atau diturunkan.
Harga dan jumlah permintaan umumnya memiliki hubungan berlawanan, yaitu ketika harga meningkat, jumlah barang yang diminta cenderung menurun, begitu pula sebaliknya. Namun, perubahan permintaan yang besar tidak selalu sama dengan perubahan harga karena setiap produk memiliki tingkat sensitivitas yang berbeda. Produk dengan banyak alternatif pengganti cenderung lebih sensitif terhadap perubahan harga karena konsumen dapat beralih ke produk lain.
Rumus Dasar Elastisitas Permintaan
Elastisitas permintaan dapat dihitung dengan membandingkan persentase perubahan jumlah permintaan dengan persentase perubahan harga. Rumusnya adalah:
Elastisitas Permintaan (Ed) = %Perubahan Jumlah Permintaan ÷ %Perubahan Harga
Misalnya, harga sebuah produk meningkat sebesar 10%. Setelah harga berubah, jumlah permintaan turun sebesar 20%. Berdasarkan rumus elastisitas permintaan, perhitungannya adalah:
Ed =20% ÷ 10% = 2
Nilai elastisitas sebesar 2 menunjukkan bahwa persentase perubahan jumlah permintaan lebih besar daripada persentase perubahan harga. Setiap perubahan harga sebesar 1% secara sederhana berkaitan dengan perubahan permintaan sekitar 2% pada kondisi tersebut.
Jenis-Jenis Elastisitas Permintaan
- Permintaan Elastis
Permintaan disebut elastis ketika nilai elastisitasnya lebih dari 1. Hal ini ditunjukkan melalui persentase perubahan jumlah permintaan lebih besar daripada persentase perubahan harga. Produk dengan banyak barang pengganti cenderung memiliki permintaan yang lebih elastis karena konsumen memiliki pilihan ketika harga berubah. Misalnya, harga sebuah produk naik 5% dan jumlah permintaannya turun 15%, maka nilai elastisitasnya adalah 3, yang berarti perubahan permintaan mencapai tiga kali lipat dari perubahan harga.
- Permintaan Inelastis
Permintaan inelastis terjadi ketika nilai elastisitasnya kurang dari 1. Persentase perubahan jumlah permintaan dalam kondisi ini lebih kecil dibandingkan persentase perubahan harga. Permintaan inelastis dapat ditemukan pada produk yang sulit digantikan atau memiliki tingkat kebutuhan yang relatif tinggi. Konsumen tetap membutuhkan produk tersebut meskipun harganya mengalami perubahan. Harga sebuah produk dapat naik 10%, tetapi jumlah permintaannya hanya turun 4%, maka nilai elastisitasnya hanya mencapai 0,4, yang berarti permintaan produk relatif tidak sensitif terhadap perubahan harga.
- Permintaan Elastisitas Uniter
Elastisitas uniter terjadi ketika nilai elastisitas sama dengan 1. Pada kondisi ini, persentase perubahan jumlah permintaan sama dengan persentase perubahan harga. Jika harga meningkat sebesar 10% dan jumlah permintaan turun sebesar 10%, nilai elastisitasnya adalah 1. Hal ini menandakan perubahan harga dan perubahan jumlah permintaan terjadi secara proporsional atau dalam persentase yang sama.
- Permintaan Elastisitas Sempurna dan Tidak Elastis Sempurna
Elastisitas sempurna menyebabkan konsumen dalam kondisi ini dianggap sangat sensitif terhadap harga, sehingga perubahan harga sedikit saja dapat mengubah keputusan pembelian secara drastis. Sementara itu, tidak elastis sempurna menggambarkan kondisi ketika perubahan harga tidak menyebabkan perubahan pada jumlah permintaan. Konsumen tetap membeli dalam jumlah yang sama meskipun harga mengalami perubahan.
Pengaruh Kenaikan Harga 1% terhadap Permintaan
- Permintaan Bersifat Elastis
Pada permintaan elastis, kenaikan harga sebesar 1% dapat menyebabkan jumlah permintaan turun lebih dari 1%. Misalnya, sebuah produk memiliki nilai elastisitas 2. Jika harga dinaikkan 1%, jumlah permintaannya dapat turun sekitar 2%. Kondisi ini menunjukkan bahwa konsumen cukup sensitif terhadap harga karena kenaikan harga yang relatif kecil dapat berdampak pada penurunan jumlah pembelian yang lebih besar.
- Permintaan Bersifat Inelastis
Pada permintaan inelastis, kenaikan harga 1% dapat menyebabkan jumlah permintaan turun kurang dari 1%. Misalnya, produk memiliki nilai elastisitas 0,5; kenaikan harga sebesar 1% dapat diikuti oleh penurunan permintaan sekitar 0,5%. Respons yang lebih kecil tersebut menunjukkan bahwa konsumen tidak terlalu sensitif terhadap perubahan harga dan produk masih memiliki tingkat permintaan yang relatif stabil.
- Permintaan Bersifat Elastis Uniter
Pada permintaan elastis uniter, kenaikan harga sebesar 1% dapat menyebabkan jumlah permintaan turun sekitar 1%. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perubahan jumlah permintaan terjadi secara proporsional terhadap perubahan harga. Bagi bisnis, nilai elastisitas dapat menjadi pertimbangan untuk memperkirakan perubahan jumlah produk yang terjual setelah harga diubah.
Elastisitas permintaan merupakan ukuran yang digunakan untuk mengetahui seberapa sensitif jumlah barang atau jasa yang diminta terhadap perubahan harga. Nilainya dapat dihitung dengan membandingkan persentase perubahan jumlah permintaan dengan persentase perubahan harga untuk mengetahui apakah permintaan termasuk elastis, inelastis, atau elastis uniter. Pada permintaan elastis, penurunan permintaan dapat lebih besar dari 1%, sedangkan pada permintaan inelastis, penurunannya dapat berada di bawah 1%. Pemahaman tersebut dapat membantu bisnis memperkirakan respons konsumen sebelum melakukan perubahan harga.
Penulis Blog Ketoko