Pentingnya Akuntansi dalam UMKM yang Sering Diabaikan Pelaku Usaha
Tips Bisnis
| Fri, 06 February 2026, 14:40
gania
Pelaku UMKM kerap menjalankan usaha berdasarkan pengalaman dan intuisi bahwa usaha masih dalam kondisi aman apabila penjualan masih terus terjadi. Pola pikir seperti ini membuat akuntansi dianggap tidak terlalu mendesak karena usaha tetap berjalan meskipun tanpa laporan keuangan yang jelas.
Masalahnya, kondisi usaha yang terlihat lancar tidak selalu mencerminkan kesehatan keuangan yang sebenarnya. Keuntungan sering terasa tidak menentu, arus kas mudah terganggu, dan keputusan bisnis diambil tanpa dasar data yang kuat umumnya terjadi karena kurangnya pemahaman akan akuntansi sejak awal. Padahal, akuntansi memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan dan pertumbuhan UMKM.
Alasan Akuntansi Masih Sering Diabaikan oleh Pelaku UMKM
- Akuntansi Dipersepsikan Terlalu Rumit
Bagi banyak pelaku UMKM, akuntansi identik dengan laporan yang kompleks, istilah teknis, serta perhitungan yang membingungkan. Persepsi tersebut membuat akuntansi terasa jauh dari kebutuhan usaha kecil. Pencatatan keuangan dianggap hanya cocok untuk perusahaan besar yang memiliki tim khusus, sehingga UMKM cenderung menghindarinya sejak awal.
- Fokus Usaha Masih Terpusat pada Penjualan
Tolak ukur keberhasilan usaha seringkali dilihat berdasarkan meningkatnya omzet penjualan sebagai tanda perkembangan bisnis. Fokus yang terlalu besar pada penjualan membuat aspek pengelolaan keuangan kurang mendapat perhatian. Biaya operasional, margin keuntungan, dan arus kas tidak dianalisis secara menyeluruh, padahal faktor-faktor tersebut sangat menentukan kondisi usaha.
- Usaha Terasa Tetap Jalan Meski Tanpa Pencatatan
Banyak UMKM merasa cukup mengandalkan ingatan atau catatan sederhana untuk memantau keuangan. Selama belum muncul masalah besar, kebiasaan ini dianggap aman. Tanpa disadari, pola ini menyimpan risiko jangka panjang karena kondisi keuangan usaha tidak benar-benar dipahami secara utuh.
Dampak Mengabaikan Akuntansi terhadap Keberlangsungan UMKM
- Kondisi Keuangan Usaha Sulit Dipantau
Uang usaha sering tercampur dengan keuangan pribadi, sehingga batas antara kebutuhan bisnis dan kebutuhan pribadi menjadi tidak jelas menyebabkan pengelolaan keuangan semakin tidak terkontrol. Tanpa pencatatan yang rapi, pelaku UMKM kesulitan mengetahui posisi keuangan usahanya.
- Risiko Kesalahan dalam Pengambilan Keputusan
Keputusan yang tidak didukung data keuangan sering kali didasarkan pada asumsi sehingga penentuan harga yang tidak tepat, pembelian stok berlebihan, atau ekspansi yang terlalu cepat menjadi risiko yang sering muncul. Kesalahan tersebut dapat berdampak langsung pada kestabilan usaha.
- Pertumbuhan Usaha Menjadi Terhambat
Banyak UMKM sulit berkembang bukan karena produk tidak diminati, melainkan akibat pengelolaan keuangan yang lemah. Tanpa akuntansi, usaha kesulitan mengevaluasi kinerja dan menyusun rencana jangka panjang hingga menyebabkan usaha cenderung stagnan meskipun peluang pasar masih terbuka.
Peran Akuntansi dalam Mengelola dan Mengembangkan UMKM
- Akuntansi sebagai Alat Kontrol Keuangan Usaha
Akuntansi berfungsi sebagai alat kontrol yang membantu UMKM menelusuri setiap transaksi, sehingga penggunaan dana usaha menjadi lebih terarah, mencegah pengeluaran yang tidak perlu, dan mengurangi risiko kekurangan kas di tengah operasional. Melalui pencatatan yang konsisten, perubahan kondisi keuangan dapat terpantau lebih awal. Usaha menjadi lebih siap menghadapi fluktuasi penjualan dan kenaikan biaya karena keputusan dapat diambil berdasarkan data yang tersedia.
- Akuntansi Membantu Mengetahui Laba Usaha yang Sebenarnya
Omzet yang tinggi tidak selalu berarti usaha menghasilkan keuntungan yang sehat. Akuntansi membantu memisahkan antara pendapatan dan biaya secara jelas, sehingga laba usaha dapat diketahui secara lebih akurat untuk mengevaluasi kinerja usaha. Dari sini, pelaku UMKM dapat menilai apakah strategi yang dijalankan sudah efektif atau justru perlu disesuaikan.
- Akuntansi sebagai Dasar Pengambilan Keputusan Bisnis
Keputusan bisnis yang diambil tanpa dasar data keuangan berisiko menimbulkan kesalahan. Akuntansi menyediakan informasi penting yang dibutuhkan dalam menentukan harga jual, mengatur stok, hingga merencanakan pengembangan usaha. Setiap keputusan dapat disesuaikan dengan kemampuan keuangan usaha yang sebenarnya.
Bentuk Akuntansi yang Relevan dan Realistits untuk UMKM
- Pencatatan Keuangan Sederhana tetapi Konsisten
Akuntansi UMKM tidak harus rumit. Pencatatan sederhana yang dilakukan secara rutin sudah cukup untuk membantu pelaku usaha memahami kondisi keuangan. Konsistensi menjadi kunci agar data keuangan dapat digunakan sebagai dasar evaluasi dan perencanaan usaha.
- Penyesuaian Sistem Akuntansi sesuai Skala Usaha
Seiring berkembangnya usaha, kebutuhan pencatatan keuangan juga akan meningkat. Sistem akuntansi dapat disesuaikan secara bertahap sesuai skala dan kompleksitas usaha. Pendekatan ini membantu UMKM membangun fondasi keuangan yang kuat tanpa merasa terbebani.
Pentingnya akuntansi dalam UMKM sering kali baru disadari ketika masalah keuangan mulai muncul. Padahal, pencatatan dan pengelolaan keuangan yang baik dapat menjadi fondasi penting bagi keberlangsungan usaha. Akuntansi membantu pelaku UMKM memahami kondisi keuangan secara lebih objektif, mengambil keputusan bisnis yang lebih tepat, serta merencanakan pertumbuhan usaha secara realistis. Kesadaran terhadap pentingnya akuntansi sejak awal akan membantu UMKM bertahan dan berkembang dalam jangka panjang.
Penulis Blog Ketoko