Stok Berkurang Meski Penjualan Tetap? Kenali Shrinkage dalam Bisnis

Tips Bisnis

| Fri, 23 October 2026, 15:08
Tips Bisnis
gania
5 min

Dalam menjalankan bisnis, jumlah stok barang yang tersedia perlu dipantau secara berkala agar operasional berjalan lancar. Namun, terkadang jumlah barang di gudang atau toko tidak sesuai dengan catatan persediaan, meskipun tidak terdapat transaksi yang menjelaskan berkurangnya stok. Kondisi ini dapat menjadi tanda adanya shrinkage yang perlu ditelusuri penyebabnya. 

Masalah ini tidak boleh diabaikan karena selisih stok dapat memengaruhi pencatatan persediaan, perencanaan pembelian, hingga keuntungan bisnis. Oleh sebab itu, pemahaman tentang shrinkage penting bagi pemilik bisnis agar penyebab kehilangan barang dapat diidentifikasi dan risiko kerugian bisa dikurangi. 

 

Apa Itu Shrinkage dalam Bisnis? 

Inventory shrinkage adalah kondisi ketika jumlah persediaan fisik lebih sedikit daripada jumlah yang tercatat dalam sistem atau pembukuan. Selisih tersebut menunjukkan adanya persediaan yang hilang atau berkurang akibat berbagai faktor yang belum tercatat dalam sistem. Shrinkage dapat terjadi pada berbagai jenis bisnis, terutama bisnis ritel yang mengelola banyak produk dan transaksi setiap hari. Kondisi ini dapat menyebabkan nilai persediaan dalam pembukuan menjadi tidak akurat dan menyulitkan penentuan jumlah barang yang perlu dibeli kembali. 

 

5 Penyebab Shrinkage yang Perlu Diwaspadai

Shrinkage bisa dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari kesalahan pencatatan hingga kehilangan barang. Berikut lima penyebab yang perlu diwaspadai. 

  1. Kesalahan Pencatatan Stok
    Ketidakakuratan catatan transaksi penjualan, kesalahan memasukkan barang masuk, atau retur yang belum diperbarui sistem juga dapat menjadi penyebab terjadinya shrinkage. Contohnya, sebuah toko menjual 10 unit produk, tetapi transaksi yang tercatat hanya delapan unit sehingga sistem menunjukkan jumlah stok lebih banyak daripada kondisi sebenarnya. Untuk mengurangi risiko ini, catatlah jumlah stok secara konsisten setiap transaksi agar catatan stok fisik dapat segera diketahui. 
     
  2. Pencurian Barang
    Risiko pencurian perlu diperhatikan terutama ketika bisnis menyimpan banyak produk bernilai tinggi atau memiliki area penyimpanan yang mudah diakses. Kehilangan bisa terjadi di area toko, gudang, maupun selama proses pemindahan barang. Pemilik bisnis dapat mencegahnya melalui pengaturan akses gudang, pemeriksaan persediaan berkala, dan pencatatan setiap perpindahan barang untuk membantu memperjelas alur keluar-masuk persediaan sekaligus mempermudah penelusuran jika terjadi kehilangan. 
     
  3. Kerusakan dan Produk Kedaluwarsa
    Produk yang tidak layak dijual atau kedaluwarsa juga dapat menyebabkan shrinkage, terutama ketika perubahan kondisi barang tidak segera dicatat. Akibatnya, sistem menunjukkan jumlah persediaan yang seharusnya tersedia untuk dijual, padahal sebagian barang sudah tidak dapat digunakan. Penumpukan barang yang lambat terjual juga dapat meningkatkan risiko kedaluwarsa, sehingga kondisi dan masa simpan produk perlu diperiksa secara berkala.
     
  4. Kesalahan Penerimaan dan Pemindahan Barang
    Selisih stok dapat muncul ketika jumlah barang yang diterima dari supplier tidak sesuai dengan data pembelian, tetapi seluruh jumlah tetap dicatat sebagai barang masuk. Kesalahan serupa dapat terjadi saat barang dipindahkan antarbagian, gudang, atau cabang tanpa pencatatan yang jelas. Misalnya, toko mencatat 50 unit barang sebagai stok masuk, padahal hanya 45 unit yang diterima, sehingga selisih yang tidak terdeteksi sejak awal dapat membuat data persediaan tidak akurat sebelum barang dijual. 
     
  5. Pengawasan Persediaan yang Kurang Memadai
    Proses pengelolaan stok yang tidak teratur dapat meningkatkan risiko kesalahan pencatatan. Contohnya, tidak adanya pembagian tanggung jawab yang jelas, akses gudang yang terlalu terbuka, atau pemeriksaan persediaan yang jarang dilakukan dapat membuat kesalahan yang sama berpotensi terulang. Bisnis perlu menetapkan prosedur pengelolaan persediaan, membagi tanggung jawab, dan melakukan pemeriksaan secara berkala untuk memantau pergerakan barang. 

 

5 Cara Mengurangi Risiko Shrinkage dalam Bisnis

Setelah mengetahui berbagai penyebabnya, bisnis perlu menerapkan langkah pencegahan yang sesuai dengan proses operasional. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menjaga akurasi stok dan mengurangi kehilangan persediaan. 

  1. Lakukan Stock Opname secara Berkala
    Stock opname membantu proses pemeriksaan jumlah barang secara fisik untuk mencocokkannya dengan catatan persediaan dan menemukan selisih stok sebelum menjadi masalah. Frekuensi stok opname dapat disesuaikan dengan skala bisnis, jumlah produk, dan tingkat risiko kehilangan. Ketika ditemukan selisih, lakukan pemeriksaan riwayat penjualan, pembelian, retur, dan pemindahan barang agar penyebab perbedaan dapat diketahui. 
     
  2. Catat Setiap Pergerakan Barang secara Akurat
    Setiap aktivitas yang memengaruhi persediaan perlu dicatat, mulai dari penerimaan barang, penjualan, retur, hingga pengeluaran barang rusak. Pencatatan yang lengkap membantu bisnis mengetahui alasan perubahan jumlah stok dan mengurangi risiko perbedaan antara data dan kondisi fisik. Lakukan pembaruan stok segera setelah transaksi agar tidak menumpuk dan terjadi kesalahan input. Bisnis juga perlu memeriksa kembali transaksi lain, seperti penyesuaian stok dalam jumlah besar atau retur yang belum diselesaikan. 
     
  3. Tingkatkan Pengawasan dan Keamanan Stok
    Pengawasan persediaan diperlukan untuk mengurangi risiko pencurian maupun kehilangan barang selama proses operasional. Beberapa langkah yang dapat dilakukan adalah menetapkan prosedur serah terima barang, membatasi akses ke area penyimpanan, mendokumentasikan pemindahan persediaan, dan melakukan pemeriksaan secara acak. Pembagian tanggung jawab juga perlu diperjelas agar aktivitas penerimaan, penyimpanan, dan pengeluaran barang dapat dipantau. 
     
  4. Terapkan SOP Penerimaan dan Penyimpanan Barang
    Standar operasional prosedur (SOP) membantu memastikan setiap proses pengelolaan persediaan dilakukan melalui tahapan yang jelas. Prosedur tersebut dapat mencakup pemeriksaan jumlah barang saat diterima, pengecekan kondisi produk, pelabelan, hingga penempatan barang di lokasi penyimpanan. Bisnis dapat menerapkan metode FIFO atau FEFO, terutama FEFO yang memprioritaskan produk dengan tanggal kedaluwarsa paling dekat. 
     
  5. Gunakan Sistem Digital untuk Memantau Persediaan
    Pencatatan manual dapat menjadi lebih sulit dikendalikan ketika jumlah produk, transaksi, atau lokasi penyimpanan bertambah. Sistem digital dapat membantu bisnis mendokumentasikan pergerakan barang sehingga perubahan jumlah persediaan lebih mudah ditelusuri. Pilih sistem yang mendukung kebutuhan operasional, seperti pencatatan barang masuk dan keluar, transfer stok, dan stok opname untuk mengurangi ketergantungan pada sistem manual yang rentan terhadap ketidaksesuaian data.

 

Kelola Persediaan Lebih Teratur bersama Ketoko.co.id

Mengurangi risiko shrinkage membutuhkan pencatatan stok yang akurat, pengawasan yang konsisten, dan pemeriksaan persediaan secara berkala. Proses tersebut akan lebih mudah dijalankan ketika bisnis memiliki sistem yang membantu mendokumentasikan setiap pergerakan barang. 

Salah satu solusi yang dapat dipertimbangkan adalah Ketoko.co.id, aplikasi kasir dan pengelolaan bisnis yang menyediakan fitur persediaan untuk membantu pencatatan serta pemantauan stok. Fitur seperti item masuk, item keluar, transfer item, opname stok, dan kartu stok dapat mendukung pengelolaan persediaan agar lebih terstruktur. 

Informasi stok yang terdokumentasi juga dapat membantu proses evaluasi ketika ditemukan ketidaksesuaian antara jumlah barang fisik dan catatan sistem. Pengelolaan persediaan yang lebih teratur dapat membantu bisnis mendeteksi selisih stok lebih cepat sekaligus mengurangi risiko shrinkage yang berulang. 

gania

Penulis Blog Ketoko

Artikel Terbaru

Tips Bisnis

After Sales Service: Strategi Ampuh agar Konsumen Betah dan Loyal

After sales service menjadi salah satu elemen penting dalam strategi bisnis modern karena kualitas pengalaman pelanggan tidak hanya ditentukan pada tahap sebelum dan saat transaksi, melainkan juga pada momen setelah pembelian terjadi. Upaya mempertah...
gania
5 min

Tips Bisnis

Cara Agar Bisnis Terus Mengalami Continuous Improvement secara Konsisten dan Berkelanjutan

Continuous improvement menjadi salah satu konsep yang semakin krusial dalam pengelolaan bisnis modern. Dinamika pasar yang bergerak cepat, perubahan perilaku konsumen, serta persaingan yang semakin padat membuat bisnis tidak cukup hanya bertahan pada...
gania
5 min

Tips Bisnis

Cara Membuat Laporan Keuangan Sederhana dengan Microsoft Excel untuk Pemula

Pengelolaan keuangan sering menjadi tantangan, terutama bagi usaha kecil dan individu yang baru mulai mencatat arus keuangannya sendiri. Pemasukan dan pengeluaran yang tidak dicatat secara rapi berisiko menimbulkan kesalahan perhitungan hingga kesuli...
gania
5 min